Beranda / Berita / Dari Negeri Jiran ke Kandang Ayam, Edi Suwanto Bangun Usaha Sendiri di Tulungagung

Dari Negeri Jiran ke Kandang Ayam, Edi Suwanto Bangun Usaha Sendiri di Tulungagung

TULUNGAGUNG – Kepulangan Edi Suwanto dari Malaysia pada 2017 tidak menjadi akhir dari perjalanan merantaunya. Justru dari kampung halaman, ia memulai babak baru dengan membangun usaha peternakan ayam petelur.

Di Dusun Apakbranjang, Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Edi memulai peternakan dengan sekitar 1.500 ekor ayam. Dari skala tersebut, ia mencoba bertahan sekaligus membaca peluang untuk mengembangkan bisnis.

Tantangan terbesar muncul ketika Edi ingin meningkatkan kapasitas. Penambahan ayam membutuhkan kandang yang lebih luas dan modal yang lebih besar.

Kesempatan ekspansi datang pada 2024 ketika Edi memperoleh KUR BRI. Pembiayaan tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan diarahkan untuk memperluas kandang dan menambah populasi ayam.

Hasilnya, kapasitas peternakan meningkat. Bertambahnya populasi ayam kemudian ikut mendorong peningkatan omzet usaha.

“Sejak mendapatkan fasilitas KUR dan pendampingan dari petugas BRI, usaha saya bisa terus berkembang. Populasi ayam meningkat dan tentunya ikut berdampak pada omzet usaha,” ujar Edi.

Perjalanan Edi bersama BRI juga tidak berhenti setelah pembiayaan diterima. Mantri BRI rutin mendatangi lokasi peternakan untuk mengetahui perkembangan usaha sekaligus memberikan informasi mengenai layanan perbankan.

Salah satu layanan yang dimanfaatkan Edi adalah BRImo. Aplikasi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai transaksi usaha, termasuk pembayaran pembelian pakan dan kebutuhan transaksi lainnya.

Ada pula layanan cash pick up yang menurut Edi sangat membantu aktivitas peternakan. Ketika pembayaran telur diterima secara tunai, ia tidak harus meninggalkan kandang untuk melakukan penyetoran.

“Cash pick up sangat membantu karena ketika ada pembayaran hasil penjualan telur secara tunai, saya tidak perlu meninggalkan peternakan untuk melakukan penyetoran,” ungkapnya.

Bagi peternak seperti Edi, waktu memiliki nilai penting. Aktivitas di kandang harus tetap dipantau, sementara arus uang dari hasil penjualan juga harus dikelola dengan baik.

Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung Mochamad Agus Mirwan mengatakan, pengalaman Edi menggambarkan bagaimana pembiayaan dapat dipadukan dengan layanan dan pendampingan untuk mendukung pertumbuhan usaha.

“Pak Edi menjadi salah satu contoh nasabah yang memanfaatkan ekosistem layanan BRI untuk mendukung perkembangan usahanya,” ujar Agus.

BRI, lanjut Agus, berupaya mendekatkan layanan perbankan dengan aktivitas pelaku UMKM. Tidak hanya melalui KUR sebagai pembiayaan produktif, tetapi juga lewat layanan transaksi dan pendampingan.

Bagi Edi, peternakan yang dibangun setelah pulang dari Malaysia kini bukan lagi sekadar usaha untuk mencari penghasilan. Bisnis tersebut terus ia kembangkan dengan memanfaatkan peluang pembiayaan, layanan perbankan, dan pendampingan yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *